Model Model Fashion Vintage yang Perlu Fashionista Tau

Model Model Fashion Vintage yang Perlu Fashionista Tau

Fashion Vintage Dunia fashion memang tidak ada habisnya, apalagi fashion saat ini tengah digandrungi anak muda, fashion vintage. Fashion selalu berbutar dan berjalan sesuai dengan perkembangan zaman. Seperti yang telah dijelaskan diawal, fashion vintage yang sekarang tengah digandrungi oleh anak muda adalah salah satu fashion yang pernah ada dan terkenal pada era 20-an hingga 60-an, dengan kata lain, fashion ini adalah fashion adaptasi. Model Model Fashion Vintage yang Perlu Fashionista Tau Beberapa oarng masih susah membedakan untuk apa itu fashion vintage dengan retro. Perbedaan antara keduanya jelas, yaitu untuk vintage, mengambil adaptasi gaya era 20-an hingga 60-an, sedangkan untuk retro, mengambil adaptasi gaya era 70-an hingga 90-an. Untuk lebih mudah mengetahui bagaimana fashion vintage yang sebenarnya, berikut adalah beberapa hal yang berkenaan dengan vintage;

  1. Gaya vintage lebih condong ke tren busana yang feminim dengan penggunaan warna untuk gayanya lebih soft,
  2. Gaya vintage ini tidak pernah lepas dari permainan motif, yaitu bunga-bunga, polkadot, garis-garis, bahkan ada yang polos,
  3. Penggunaan pita dibagian dada merupakan ciri utama untuk gaya vintage, dan jelas-jelas orang akan mengetahuinya dalam sekali melihat,
  4. Gaya vintage identik dengan flared skirt atau yang biasanya dinamakan A-line di bawah lutut yang mana cocok untuk wanita yang memiliki tinggi 170cm dapat membuat kesan tubuh menjadi lebih kecil, celana pendek yang di atas pinggang beserta blouse tanpa lengan,
  5. Untuk saat ini, gaya vintage untuk busana harian cukup dengan street style vintage dengan dipadukan rok di bawah lutut, t-shirt, serta cardigan, atau dengan kemeja putih dipadu dengan rok panjang bermotif bunga atau polkadot.
Biasanya, anak muda yang ingin tampil dengan fashion vintage dengan tidak mengeluarkan banyak biaya, biasanya dengan menggunakan pakaian orang tua nya. Dengan menggunakan blazer kedodoran yang mempunyai potongan klasik dan nampak old school. Kalau untuk bagian bawah (alas kaki), biasanya gaya vintage memakai sepatu platform, flat dan ankle boots dengan bahan-bahan suede atau bahan kulit dengan paduan warna putih, krem, pink peach, atau biru telur asin. Bisa juga menggunakan warna lain seperti coklat, hitam, dan merah. Jangan melupakan aksesoris pendukung untuk gaya vintage kamu, seperti topi fedora, kacamata ukuran standar hingga ukuran besar, ikat pinggang tipis berwarna coklat atau putih yang dapat dipadukan dengan tas berbahan kulit. Cukup menggunakan 2-3 item saja, bisa menonjolkan gaya vintage kamu. Sekian ulasan mengenai fashion vintage yang saat ini tengah populer kembali dan cobalah untuk memadu-padankan gaya kamu sebaik mungkin untuk bisa berpenampilan gaya vintage. Dan jangan lupa jika ingin benar-benar menggunakan gaya vintage setotalitas mungkin, lakukan hairdo. Lakukan se PD mungkin dan tidak perlu takut mengenai gaya vintage yang terkesan zaman dulu, namun saat ini sedang populer.]]>

Karakteristik dari Fashion Vintage Mulai dari Retro Feminim

Karakteristik dari Fashion Vintage Mulai dari Retro Feminim

Fashion Vintage Tidak dapat dipungkiri, gaya berpakaian zaman dulu mengalami populer pada zaman sekarang, salah satunya adalah fashion vintage. Gaya busana ini tidak jauh beda dengan gaya retro yang saat ini juga tengah populer. Hanya saja, untuk fashion vintage ini cukup lebih populer dibandingkan dengan retro karena vintage terkesan feminim, meskipun ada beberapa gaya retro yang feminim. Untuk mempermudah perbedaan dengan gaya vintage dengan retro, berikut hal-hal yang berkenaan dengan fashion vintage agar tidak keliru dengan fashion retro: Karakteristik dari Fashion Vintage Mulai dari Retro Feminim

  1. Gaya vintage identik dengan gaya busana tahun 20-an hingga 60-an dengan ciri-ciri busana yang feminim dengan warnanya soft yang tak lupa dengan dipadukan pita di sekitar bagian dada,
  2. Ciri-ciri ini justru memudahkan orang untuk berbusana vintage dengan motis-motif bunga, polkadot, garis-garis yang biasanya dipadukan dengan atasan atau kemeja putih atau polos,
  3. Tak lupa juga dengan bagian bawah untuk gaya ini, yaitu menggunakan flared skirt atau yang biasanya disebut dengan A-line yang biasanya dibawah lutut yang memberikan kesan tubuh terlihat lebih kecil terlebih lagi untuk wanita dengan tinggi rata-rata 170cm dan juga untuk celana yang di atas pinggang,
  4. Untuk berpakaian sehari-hari agar terlhiat vintage cukup menggunakan rok di bawah lutut, t-shirt dan cardigan,
  5. Jangan lupa juga memadu-padankan dengan blazer dan juga blouse. Dengan blouse lengan panjang yang berwarna lembut atau kalem dan jangan lupa untuk sedikit longgar atau bisa dengan blouse tanpa lengan denga kerah-kerah cute,
  6. Tak lengkap jika gaya vintage tidak memakai sepatu yang vintage pula, yaitu dengan sapetu platform, flat, dan ankle boots yang tentunya berbahan suede dengan warna kalem sperti putih, krem, pink peach. Atau juga dengan warna bold yang sekarang sedang populer, seperti coklat, hitam, dan merah.
  7. Fashion vintage selalu menggunakan aksesoris sebagai pendukung, seperti topi fedora, kacamata segala ukuran, mulai dari ukuran biasa hingga yang besar, ikat pinggang yang berwarna coklat, tentunya ukurannya tipis dan juga tas yang berbahan kulit. Atau jangan lupa untuk memakai anting atau perhiasan lainnya seperti kalung guna mendukung fashion kamu.
Jika susah menemukan pakaian untuk ingin tampil vintage, coba bongkar isi lemari orang tua kamu, pasti di sana ada pakaian yang bisa dijadikan vintage, seperti blazer kedodoran milih orang tua kamu, atau blazer dengan potongan klasik yang nampak old school. Atau juga bisa pakai celana berbahan jins beliau yang pastinya di atas pinggang menambah kesan vintagemu dengan ditambahan dengan ikat pinggang tipis berwarna coklat. Baca juga https://trikfashion.com/ Demikian penjelasan singkat mengenai fashion vintage untuk mempermudahmu dalam memadu-padankan busana. Jangan lupa untuk tampil percaya diri dengan gaya vintage.  ]]>

Fashion Vintage Atau Retro ?

Fashion Vintage Atau Retro ?

Bukannya kedunya merupakan hal yang sama? Emang berbeda? Jawabannya beda dong. Tapi jika anda bertanya seperti itu, lumrah.  Memang tidak sedikit yang berfikiran bahwa fashion vintage dan retro adalah hal sama. Jadi jangan takut, anda tidak sendiri kok. Nah, setelah anda tahu itu hal yang berbeda, muncul pertanyaan baru. Fashion vintage atau retro? Fashion Vintage Atau Retro ? Fashion vintage dan retro memang 2 hal yang berbeda. Bahkan cenderung bertolak belakang secara karakter. Satu – satu yang menyamakan kedunya adalah sama – sama fashion yang mengusung konsep dari fashion dari masa lalu atau lawas. Meskipun sama – sama old fashion, tapi ketika anda memakainya sekarang justru akan terlihat stylish. Tentu saja jika dilakukan dengan benar. Minimal harus jelas aliran atau style mana yang anda ikuti. Untuk mengetahui perbedaan fashion vintage dan retro,ada baiknya anda menyimak sekilas penjelasannya di bawah ini :

  • Era yang berbeda
Meski  sama – sama merujuk pada fashion di masa lalu, tapi ternyata keduanya berasal dari 2 era yang berbeda.
  • Fashion vintage merujuk pada fashion yang digunakan atau populer pada era tahun 1920an sampai dengan tahun tahun 1960an.
  • Fashion retro sendiri merujuk pada fashion yang populer pada era tahun 1970an sampai dengan tahun 1990an.
Perbedaan ini jelas berpengaruh pada konsep keduanya yang pasti juga berbeda.
  • Karakter
Untuk membedakannya coba anda lihat film – film di kedua era tersebut, disitu jelas perbedaan karakter yang diusung keduanya.
  • Fashion vintage mengusung karakter yang cenderung kalem, feminim  yang kental jika wanita. Hal ini dapat terlihat pemilihan warna yang cenderung soft, pastel yang memang menunjukan karakter yang cenderung kalem, lembut, tenang.
  • Fashion retro mengusung karakter yang cenderung ceria, glamor dan ekspresif. Hal ini dapat terlihat dari pemilihan warna yang cenderung warna – warna cerah yang menunjukan keceriaan dan sisi ekspresif dari penggunanya.
  • Motif
Karena berasal dari dua era yang berbeda, meskipun sama – sama fashion masa lalu, penggunaan motif pun jelas mempunyai kecenderungan yang berbeda.
  • Fashion vintage lebih condong dengan penggunaan motif bunga, polkadot, garis – garis atau bahkan polos sama sekali. Tetap pada pakemnya yang cenderung kalem.
  • Fashion retro kembali bersebrangan. Retro lebih cenderung menggunakan motif simetris yang bebas, abstrak dan gemerlapan.
  • Ciri khas
Dua era yang berbeda jelas mempunyai ciri khas yang berbeda.
  • Fashion vintage mempunyai ciri khas pada penggunaan kerah bulat dan tambahan pita besar pada bagian dada.
  • Fashion retro mempunyai ciri khas bergaya disko dengan penggunaan celana cutbray, celana pendek, jaket kulit dengan corak yang cerah.
]]>

Fashion Vintage Pria

Fashion Vintage Pria

Pernah liat pria memakai pakaian dengan gaya lama tapi kok  cool dan keren kelihatannya. Tidak kuno dan ketinggalan kesannya. Jika pernah, mungkin anda saat itu sedang melihat pria dengan fashion vintage. Seperti halnya wanita, pria juga mempunyai fashions tersendiri. Vintage salah satunya. Fashion vintage pria mempunyai pakem – pakem yang sama dengan wanita.

Fashion Vintage Pria

Bicara tentang fashion vintage, banyak yang menganggap sama dengan retro. Tidak banyak yang tahu bahwa itu dua fashion yang berbeda. Setidaknya berbeda generasi. Fashion vintage itu berasal dari gerasi tahun 1920an sampai dengan tahun 1960an. Sedangkan Retro berasal dari generasi tahun 1970an sampai dengan tahun 1990an. Perbedaan utamanya juga terlihat dari karakternya. Fashion vintage labih cenderung kalem, sederhana  tapi elegan dengan banyak penggunaan warna – warna kalem seperti warna – warna pastel. Nah, retro sendiri lebih ekspresif, glamour dan ramai. Banyak menggunakan warna cerah dan dengan motif yang ramai. Jadi memang jelas sekali batasannya.

Untuk pria, fashion vintage sangat menonjokan sisi kelaki – lakiannya. Fashionable tapi tetap kelihatan jantan itu intinya. Keren kan. Nah, pasti diantara anda ada yang mulai tertarik dengan jenis fashion yang satu ini. Kalau anda sudah mulai tertarik, tapi belum terlalu paham, jangan takut. Cobalah beberapa hal yang biasa dipakai atau menjadi pakem dari fashion ini.

  • Celana gantung dan kaus oblong

Celana gantung  itu celana yang panjangnya nanggung. Jadi panjangnya di atas mata kaki. Nah ini pas banget memberi kesan vintage bila dengan dipadukan dengan kaos oblong polos dengan bagian lengannya dilipat 1 atau 2 lipatan sehingga otot lengan lebih kelihatan. Jangan lupa kausnya dimasukan ke celana.

Baca Juga:Mengenal Fashion Vintage
  • Topi flat cap

Ini adalah aksesoris yang sering dipakai pada jaman tersebut.  Kalau anda bingung dengan bentuk seperti apa, mudahnya adalah topi yang sering digunakan oleh seniman lukis. Untuk warna topi sendiri gunakan warna – warna soft seperti krem atau coklat muda.

  • Dasi kupu – kupu dan tali kodok

Kalau anda bingung membayangkannya, coba anda ingat film Charlie Chaplin. Dalam film bisu hitam putih tersebut, Charlie Chaplin seringkali menggunakan pakaian dengan tali kodok dan dasi kupu – kupu. Nah, gambarannya seperti itu.

  • Kemeja dan sweater rajut

Nah ini bisa menjadi awal bagi anda untuk memulai  fashion vintage karena masih cukup umum dipakai pada saat ini. Memakai kemeja kemudian kemeja tertutupi dengan pemakaian sweater rajut. Untuk yang ini mungkin anda juga bisa jadi pernah memakai kombinasi ini. Dan tanpa anda sadari anda sendiri sudah menggunakan vintage style.

Sebenarnya masih banyak pakem – pakem lainnya. Tapi setidaknya ini bisa memberikan anda gambaran.

]]>

Mengenal Fashion Vintage

Mengenal Fashion Vintage

Perkembangan fashion memang luar biasa. Entah sudah berapa banyak tren atau gaya busana yang sudah pernah ada. Para desainer sendiri berlomba – lomba untuk mempunyai kreasi baru. Kreasi baru hanya pengembangan saja sifatnya. Dan biasanya trennya berulang, seperti misal tren fashion tahun 90an kembali hits tahun tertentu . Tapi memang pakemnya masim tetap itu – itu saja, seperti chic, gothic, bohemian dan lain sebagainya. Termasuk fashion vintage diantaranya. Gaya ini termasuk gaya klasik tapi tidak kelihatan kuno. Mengenal fashion vintage itu seperti flash back ke jaman oma opa anda dulu ketika muda. Bahkan mungkin lebih dari itu.

Mengenal  Fashion Vintage

Pada dasarnya fashion vintage adalah menggunakan kembali busana dan aksesoris lawas. Biasanya busana atau aksesoris minimal dari beberapa puluh tahun ke belakang. Ada sebagian pendapat mengatakan fashion vintage, busanannya berasal dari tahun 60an, 50an, 40an dan kesana lagi. Pasti anda sudah bisa membayangkan bentuknya seperti apa. Apalagi jika anda sering menonton film – film jadul atau mempunyai koleksi majalah – majalah lama.

Menganut fashion vintage memang tidak mudah. Tidak asal baju atau aksesoris jadul anda pakai. Justru  bagaimana agar dari busana lawas atau vintage ini anda tidak terlihat kuno atau kampungan. Jika dilakukan dengan benar, justru anda akan terlihat modis dan elegan. Aliran ini tidak berarti semua yang anda pakai harus yang lawas. Anda bisa mempadupadankan atau mix atau kombinasikan dengan pakaian modern. Disinilah tantangannya justru.

Baca Juga:Model Pakaian Terbaru : Ide Mix and Match Baju Vintage

Aliran ini menuntut kemampuan anda untuk jeli memilih dan mix atau mengkombinasikan. Tipsnya adalah hindari warna – warna yang terlalu mencolok. Dan kalaupun harus terpaksa dipakai, harus dipadukan dengan busana lainnya yang berwarna netral, lembut. Tips lainnya adalah jangan takut terlalu ramai memakai bermotif seperti bunga dan lain – lain. Ingat selalu kombinasikan dengan busana lainnya yang bisa menyeimbangkan. Misal bila memakai rok vintage bermotif bunga, maka seimbangkan dengan jaket berwarna polos atau kemeja berwarna polos. Hal – hal seperti inilah yang dituntut dari aliran ini.

Selain kemampuan memilih dan mengkombinasikan, ada hal lain yang perlu anda pertimbangankan. Karena pada dasarnya memakai busana vintage, artinya out of the box atau agak kurang umum, mungkin saja anda menjadi pusat perhatian, karena terlihat berbeda dan modis. Nah, disinilah dituntut kepercayaan diri anda. Dengan percaya diri, aura atau perbawan pakaian yang melekat pada diri anda keluar. Tanpa rasa percaya diri pakaian ini menjadi beban buat anda. Ini bencana, karena anda justru akan terlihat kikuk dan tidak fashionable.

Nah, begitulah gambaran dari fashion vintage. Mulailah membongkar koleksi oma dan opa anda. Dan tampilah dengan percaya diri.

]]>