Sejarah Sajadah Impor yang Masuk Indonesia

Sejarah Sajadah Impor yang Masuk Indonesia

Sajadah impor merupakah salah satu alat perlengkapan ibadah untuk umat umat muslim. Biasannya sajadah ini bisa dibawa atau dimasjid sudah ada, ukurannya ada yang kecil hingga besar. Dan ada juga yang panjang seperti yang ada dimasjid-masjid yang dipakai oleh orang banyak. Jadi ada bermacam-macam ukurannya, untuk warnanya kebanyakan berwarna hijau namun ada juga warna lain. Untuk gambarnnya bisannya gambar masjid atau lafal al-quran.      

Sejarah Sajadah Impor yang Masuk Indonesia
Sejarah Sajadah Impor yang Masuk Indonesia

                                                                

Biasannya orang-orang muslim sembahyang dengan cara menundukkan tubuh serendah-rendahnya sehingga harus dalam keadaan yang bersih dari kotoran dan juga najis, menurut agama islam jika ingin beribadah maka harus bersih dari nasjid dan juga kotoran, kalau zaman dahulu menggunakan tikar untuk sembayang namun tikarnya juga harus dalam keadaan yang bersih. Dan pada saat menuduhkan kepala harus benar-benar iklas.

Alas ini biasannya terbuat dari jalinan benang yang berhiaskan sulaman bermotifkan nuansa Islami. Biasannya bahan ini terbuat dari katun dengan hiasan motif floral atau pilar untuk proses pembuatannya bisa lama dan juga cepat tergantung dari kualitasnnya, jika yang dibuat kualitasnnya bagus maka proses pembuatannya juga lama, begitu pula sebaliknya jika kualitasnnya kurang bagus maka otomatis proses produksinnya juga cepat. Sajadah impor ini biasannya digunakan di Negara-negara lain yang beragam islam juga menggunakannya, di Arab juga banyak yang menggunakan untuk beribadah yang di Makkah ataupun di Madinah.

Sejarah

Kata dari Sajadah impor berasal dari kata Bahasa Arab yang terdiri dari akar kata ‘sajada’ yang memiliki arti sebagai ‘masjed’ atau ‘masjid’ dan ‘sujud’ yang diproduski di daerah Asia Tengah dan Asia Barat yang digunakan oleh umat Islam untuk menutupi tanah ataupun lantai yang kosong saat mereka akan mendirikan ibadah sholat.

Berbagai simbol keagamaan memiliki makna tertentu. Lampu masjid pada sajadah untuk mengingatkan lampu masjid. Misalnya Sisir yang digunakan untuk menyisir berfungsi sebagai pengingat sebelum menjalankan sholat. Kemudian kendi air yang berfungsi untuk pengingat kewajiban mencuci tangan atau berwudhu sebelum sholat. Ada juga karpet sholat dengan motif tangan di kedua sisi mihrab. Ini mmpunyai simbol di mana posisi tangan seharusnya berada saat sholat.

Untuk menjaga kebersihan Sajadah impor, biasanya orang-orang Muslim terlebih dahulu menggunakan karpet atau koran agar nanti tetap besih dan tidak terlalu kotor. Contonnya pada saat sholat berjamaah di lapangan misalnnya saat sholat Idhul Fitri atau Idhul Adha. Dilapangan memang penuh rumput-rumputan dan banyak tanah kalau tidak ada koran atau karpet maka akan kotor.

Ditoko-toko sudah menyediakan dari beragam variasi dan juga motifnya beraneka macam untuk warnanya juga bermacam-macam. Harga juga dari yang rendah hingga tinggi, kalau harga yang tidak terlalu tinggi bisa kalian cari dipasar-pasar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *