Proses Pembuatan Songkok Khas Bugis

Proses Pembuatan Songkok Khas Bugis

Songkok – salah satu jenis peci yang banyak dipake oleh masyarakat Indonesia adalah songkok. Ada banyak macam songkok yang ada di Indonesia saat ini. Salah satunya adalah songkok khas Bugis. Jenis songkok ini juga sudah dikenal banyak masyarakat di Indonesia. namun tahukah anda ternyata songkok khas bugis ini dibuat dari bahan serat daun lontar.  Jika anda penasaran dengan songkok khas bugis ini, maka bisa ikuti penjelasan tentang songkok khas bugis dibawah ini.

Proses Pembuatan Songkok Khas Bugis

Lokasi pembuat songkok ini berada di desa Paccing, Awangpone, Kab. Bone, provinsi Sulawesi Selatan. Disini hampir seluruh dusun warga masyarakarnya berprofesi sebagai pembuat songkok. Pembuatan songkok juga tak semudah yang dibayangkan. Karena pembuatannya memerlukan waktu selama 2 mingguan. Bahan pembuatannya juga sangat alami dan rumit. Hal itulah yang mempengaruhi lamanya pembuatan songkok.

Pembuatan songkok dari pelepah daun lontar ini diawali dengan menghilangkan daun lontar dari pelepahnya. Lalu cara mengolahnya dengan ditumbuk sampai serat yang ada pada pelepahnya keluar. Nah, serat layaknya tali itualh bahan utama pembuatan songkok khas bugis atau yang disebut dengan songkok “Recca” tersebut.

Sesudah seratnya dipisahkan, kemudian dikumpulkan hingga menjadi gulungan tali lalu dijemur selama 2 harian. Serat tersebut lalu akan dianyam memakai peralatan tradisional dan akhirnya terbentuklah songkok khas bugis. Sesudah proses pepmebntukan selesai, maka dilanjutkan pada proses pewarnaan memakai zat pewarna. Anda bisa memperoleh zat pewarna ini dari batang pohon jambu mente direbus sampai mendidih. Warna coklat yang dihasilkan ini akan membuat songkok tadi berwarna coklat alami.

Setelah pewarnaan selesai, maka songkok juga harus dijemur dibawah terik matahari selama 3harian. Setelah itu, ditanam pada tengah kubangan lumpur berwarna hitam. Fungsinya ialah memberi warna yang alami yakni cokelat kehitam-hitaman.

Lalu songkok juga harus kembali diolah untuk dibuat kedalam warna warna indah yang beragam sesuai dengan pesanan konsumen. Pada proses ini, benang berwarna kuning emas lah yang digunakan. Warna inilah yang sekarang menjadi warna khas dari songkok “Recca” yakni berwarna kuning & hitam.

Hasil pembuatan songkok khas bugis ini cukup indah dan tentunya kualitasnya sangat awet meskipun sudah lama digunakan. Meskipun begitu, songkok ini sangat murah mengingat keawetan yang dimilikinya anda hanya perlu merogoh kocek sekitar 25 ribuan saja per bijinya.

Songkok dari bahan yang sederhana ini mampu disulap menjadi songkok yang cukup awet dan banyak peminatnya. Walaupun kadang songkok local kadang kalah bersaing dengan produk import, namun sebagai warga negara yang baik sebaiknya cintai produk dalam negri.

Itulah pembahasan tentang proses pembuatan songkok khas bugis yang bisa menjadi inspirasi bagi anda. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *