Model Gaun Terbaru : Sejarah Gaun Cheongsam Untuk Imlek

Model Gaun Terbaru : Sejarah Gaun Cheongsam Untuk Imlek – Tak terasa hari raya Imlek sebentar lagi. Bagi kalian yang merayakannya pastilah sangat menunggu momen bahagia ini. Untuk tampil stylish dalam perayaan Imlek nanti tentu saja kalian ingin terlihat berbeda dengan yang lainnya. Imlek merupakan hari raya chinese yang sangat identik dengan warna merah, mulai dari warna baju hingga dekorasi ruangan. Untuk masalah fashion, imlek memiliki fashion khusus yang biasa dikenakan oleh masyarakat yang merayakannya. Dress atau gaun Cheongsam adalah gaun khusus yang dipakai saat perayaan Imlek.

Cheongsam merupakan pakaian tradisional Tionghoa yang memiliki siluet pas di badan dengan ukuran panjang hingga sebatas mata kaki, bagian betis atau sebatas lutut. Nama cheongsam sendiri dalam bahasa Kanton Provinsi Guangdong, China dapat diartikan sebagai gaun panjang. Sementara di wilayah Beijing gaun tersebut lebih populer dengan nama qipao atau pakaian panji. Qipao yang diciptakan dalam bentuk busana terusan banyak dikenakan oleh wanita Manchu dari Dinasti Qing yang berdiam di wilayah utara China. Revolusi yang terjadi di tahun 1911, berhasil membawa Dinasti Qing yang dipimpin oleh bangsa Manchu menuju puncak kejayaan dan menjadikan qipao sebagai busana nasional yang dikenakan oleh seluruh wanita China pada tahun 1920. Desain dan tampilannya yang sederhana namun terkesan anggun dan berkelas mampu menjadikan cheongsam sebagai busana andalan yang dapat digunakan untuk berbagai acara formal maupun casual.

Baca Juga: Model Gaun Terbaru : Gaun Maksi Untuk Tampil Feminim

Dari sekian banyak kain tekstil yang dikenal dalam industri garmen, terdapat beberapa jenis kain yang direkomendasikan untuk pembuatan cheongsam, diantaranya berupa wool, twill, satin, cotton, dan sutra. Untuk mempercantik tampilan cheongsam dapat pula ditambahkan aplikasi berbentuk sulaman dekoratif pada bagian kerah, lengan, dan ujung busana. Mengacu pada nilai-nilai budaya yang berkembang di Tionghoa, pakaian tradisional cheongsam pada umumnya didominasi oleh warna-warna merah yang dipercaya akan mendatangkan keberuntungan dan kesejahteraan bagi pemakainya. Unsur warna merah dapat memberikan tenaga dan antusiasme. Oleh karena itu, orang yang termasuk dalam unsur api secara alamiah akan cenderung untuk menjadi seorang pemimpin. Hal ini berkaitan dengan peruntungan baik dan kemasyhuran. Tetapi, api tidak selalu bersifat menghangatkan dan menguatkan tetapi api juga dapat membakar. Manusia yang memiliki jumlah kandungan api yang ideal akan cenderung untuk memiliki kepribadian yang adil, terhormat dan baik budi. Sedangkan manusia yang memiliki kandungan api terlalu banyak akan cenderung memiliki kepribadian yang kritis, suka berbicara kotor dan suka iri hati melihat kesenangan orang lain. 

Ragam hias yang ditampilkan pada busana cheongsam diantaranya berbentuk bunga peony, bunga lotus, naga dan ikan. Dalam kepercayaan masyarakat setempat bunga peony diartikan sebagai lambang kemakmuran dan kesejahteraan, bunga lotus sebagai lambang kecantikan, naga sebagai lambang kekuatan, dan ikan sebagai lambang keberuntungan.Di negara barat cheongsam dianggap sebagai busana fashionable yang dapat dikenakan pada berbagai kesempatan. Berawal dari situlah, model gaun terbaru cheongsam yang mulanya dibuat longgar mulai dikembangkan kedalam bentuk yang lebih ketat dengan ujung lengan yang semakin menyempit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *